“Sangat Islami. Memang tidak menghadirkan Islam secara simbolik dan formalistik. Namun mengedepankan yang substantif sepertu Ketuhanan, Kemanusiaan, Keadilan Sosial dan Musyawarah,” kata Yudi Latif dalam Sarasehan Kebangsaan ‘menghidupkan’ Pancasila, oleh LDII di Wisma Besar LDII Patal Senayan, Kamis siang ini (9/5).
Yudi mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW pada saat memimpin di Madinah membangun negara dengan menjunjung tinggi prinsip musyawarah dan keadilan sosial.
“Keimanan seseorang pun dinyatakan tak sempurna, atau mendustakan agama bila tidak peduli fakir miskin dan anak yatim. Inikan substansi keadilan sosial,” kata Direktur Eksekutif Reform Institute tersebut.
Menurutnya redupnya Pancasila, akibat dari begitu kontrasnya Penataran P4 yang begitu gencarnya, dengan praktek KKN dan pemerintahan yang begitu otoriter, dan bersifat top down saat Orba. “Wajar bila rakyat bingung sampai muak atas terjadinya kondisi yang sangat bertolakbelakang ini,” katanya.



0 komentar:
Posting Komentar