News Update :

Kegiatan Kami

Tips Kami

Sosok

Cerita Motivasi

Tampilkan postingan dengan label Dakwah Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah Islam. Tampilkan semua postingan

Media Dan Ramdhan

Selasa, 30 Juli 2013 01.55

Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini sudah memasuki minggu ke dua. Seperti biasa, mewarnai bulan suci yang (lagi-lagi) tidak bersamaan mulainya ini, media cetak dan elektronik berlomba-lomba untuk mengulas segala sesuatu tentang bulan Ramadhan. Mulai dari ulasan dari sisi religi seperti kefadholan bulan Ramadhan, ibadah-ibadah yang dilakukan selama Ramadhan, jadwal imsakiyah,  hingga ulasan gaya hidup di Bulan Ramadhan seperti gaya berbusana, tren jilbab terbaru, tempat ngabuburit favorit, dan sebagainya. Pokoknya, semua aspek dan segi kehidupan menjadi bernuansa Ramadhan. Maklum saja, Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah dan ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di Dunia.
Fenomena “Ramadhanisasi” di setiap aspek kehidupan ini tentu saja tidak terjadi begitu saja. Namun, ada serangkaian kejadian yang mengawali. Kejadian berupa kegiatan-kegiatan dan banjir informasi untuk menumbuhkan suasana Ramadhan ini saya sebut (kalo boleh) sebagai “pengkondisian menyambut Ramadhan” (Ramadhan Conditioning). Conditioning ini tidak hanya dilakukan saat memasuki Ramadhan, tetapi sejak 1-2 bulan sebelum itu. Contohnya adalah program-program TV yang menawarkan content Islami dan bernuansa Ramadhan. Juga diikuti dengan iklan-iklan produk yang memberi diskon Ramadhan, hingga ucapan “Marhaban Ya Ramadhan” yang disampaikan oleh para politikus yang berharap dapat terpilih menjadi anggota dewan. Dengan semua usaha conditioning ini, diharapkan terbentuk suasana yang sesuai, sehingga masyarakat benar-benar siap dalam menyambut dan meraih berkah Ramadhan. Tentu, hal ini sangat menguntungkan bagi Umat Islam, karena dengan suasana yang “sangat Ramadhan”, diharapkan akan mempermudah kita dalam melaksanakan ibadah di bulan penuh berkah ini.

Fenomena conditioning di era informasi ini tentu saja berbeda dengan era 70-80an. Pada era “jadul” itu, TV dan internet masih belum merajai. Jadi, conditioning menjadi relatif “terbatas”, dengan masjid menjadi centernya. Tanpa mengecilkan peran media pada saat itu, Arus informasi dan segala aktifitas untuk menyambut Ramadhan praktis bermula dari Majelis Taklim dan Pengajian di Masjid-masjid, lalu menyebar mulut ke mulut. Kadang, conditioning saaat itu juga dibantu dengan pengaruh budaya-budaya lokal, seperti budaya nyekar dan membuat apem menjelang Ramadhan.

Di Era informasi seperti sekarang, tentu condioning dapat dilaksanakan dengan lebih heboh dan massive. Media cetak, media elektronik, dan juga media online berlomba-lomba membombardir masyarakat dengan ulasan-ulasan seputar Ramadhan. Iklan-iklan produk bernuansa Islam pun tak mau kalah dalam melakukan conditioning. Masyarakat pun makin terkondisikan untuk menyambut dan meraih berkah Ramadhan.

Nah, yang perlu menjadi pemikiran dalam conditioning zaman sekarang adalah makna “berkah Ramadhan”. Produsen-produsen produk terkenal menerjemahkan “Ramadhan bulan penuh berkah” dengan banyak menawarkan model terbaru produknya yang membuat para Shopaholic meneteskan air liur. Di berbagai media catka maupun elektronik, tak jarang juga kita melihat iklan produk yang menawarkan paket Ramadhan. Perang diskon pun digelar. Mulai baju, sepatu, tas, celana dalam (tidak termasuk isinya), semua didiskon besar-besaran. Tak terkecuali juga jam kerja pegawai yang juga didiskon :) . Tampaknya, hanya harga cabai, bawang dan daging yang terus meroket. Provider-provider komunikasi juga tidak mau kalah. Mereka menterjemahkan berkah Ramadhan, dengan bonus pulsa, bonus bicara, dan bonus internet. Setidaknya seperti yang terlihat dari iklan salah satu provider yang membawa jargon “bulan seribu berkah”.

The point is, seolah-olah ada pergeseran makna berkah Ramadhan menjadi “hanya” berkah duniawi. Jika tidak berhati-hati, masyarakat pun dapat “terjebak” dengan hanya mengejar berkah duniawi tsb, dan merasa menyesal ketika belum sempat mendapatkan berkah duniawi tersebut, ketika Ramadhan telah lewat.

Rekan-rekan sekalian, Nabi bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Bukhori  “Barang siapa yang berpuasa (Ramadhan) karena iman dan mencari pahala, maka telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. Dalam hadis lain yang juga diriwayatkan oleh Bukhori disebutkan “Barang siapa yang berdiri (sholat Tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka telah diampuni dosa-dosannya yang telah lalu”. Dari 2 hadist tersebut, jelas bahwa bulan Ramadhan mempunyai beberapa kefadholan. Beberapa diantaranya adalah ampunan dari alloh, seperti yang ditenagkan dalam hadis di atas, serta dilipatkannya semua amalan baik maupun amal jelek yang kita lakukan.

Inilah sebenarnya berkah Ramadhan yang sejati, yaitu berkah yang akan menjadi bekal berharga kita saat menghadap Alloh nanti. Karena, senikmat-nikmatnya “:berkah duniawi”, tidak ada artinya jika kita melewatkan “berkah akhirat” di bulan suci ini. Jadi, di “bulan seribu berkah”,  yang seharusnya kita lakukan adalah mempersungguh puasa dan ibadah kita. Kita perbanyak sholat dan berdoa di 1/3 malam yang akhir, tidak malah memperbanyak nonton acara sahur televisi dan mengikuti kuis-kuis yang ada. Kita tingkatkan infak dan shodaqoh kita, tidak malah mengumbar uang untuk belanja yang sebenarnya tidak perlu, hanya karena ada diskon. Kita biasakan membaca Al-Quran, tidak malah jalan-jalan di Mall, dalam mengisi waktu menjelang berbuka. Kita persungguh Iktikaf kita di 10 malam terakhir Ramadhan, mengalahkan hasrat untuk menghabiskan waktu dengan mengunjungi “late night shopping”. :) Setuju?

 Semoga di bulan Ramadhan ini, kita benar-benar dapat meningatkan ibadah kita, sehingga memperoleh ampunan dan pahala yang sangat besar disisi Alloh. Amin. :)

Hikmah Ramadhan Kejujuran Amanah Dan Mujhid-Muzhid

Sabtu, 27 Juli 2013 01.23

Assalamu’alaikum, all of you!!

Tiada terasa ibadah puasa ramadlan telah kita tempuh dengan berjalan aman, slamet, lancar, dan barokah. Sebagaimana telah diketahui bahwa puasa itu adalah ibadah yang tersembunyi di dalam jiwa yang dilakukan guna menahan hawa nafsu dari segala keinginan. Pekerjaan menahan itu tidak diketahui seorang pun, selain Alloh Yang Maha Perkasa. Oleh karena itu, ibadah puasa sangat besar artinya serta mengandung rahasia dan hikmah yang tidak sedikit, dan berguna bagi pelakunya dan masyarakat umum.


Setidaknya ada dua ranah hikmah yang mampu disentuh oleh ibadah puasa kita. Pertama, hikmah yang menyentuh aspek individual behavior. Dan yang kedua adalah hikmah yang menyentuh aspek social behavior.

Pada aspek individual behavior, puasa memberikan hikmah—setidaknya—tentang kejujuran, amanah dan mujhid-muzhid. Kejujuran merupakan syarat dasar untuk membangun integritas individu, disamping untuk dapat menumbuhkan iklim yang kondusif bagi pengembangan social behavior.

Kejujuran mempunyai dua domain yakni internal honesty dan eksternal honesty. Internal honesty merupakan kejujuran yang diperlukan dalam rangka merumuskan apa sebenarnya yang diinginkan atau yang akan dicapai. Hal ini diperlukan dalam upaya menghindari terjadinya ketidaksesuaian antara perkataan dan perbuatan yang mengakibatkan erosi integritas. Sehingga kita lebih dapat memahami kelebihan dan kekurangan kita yang akan memudahkan kita merumuskan tujuan dan langkah-langkah pelaksanaannya. Sementara eksternal honesty, disamping diperlukan untuk menjaga integritas, juga merupakan syarat terwujudnya keutuhan dan kekuatan kelompok masyarakat. Dengan tingkat kejujuran yang tinggi akan menjadi modal sosial, sedangkan tingkat kejujuran yang rendah akan menjadi social liability.

Puasa melatih kita agar jujur. Hal ini senada dengan Sabda Rasuulullah SAW di dalam hadits Bukhori dan Muslim yang berbunyi, “Barang siapa yang tidak mau meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, tiadalah keperluan bagi Alloh, supaya ia meninggalkan makan dan minum”.

Amanah diperlukan dalam rangka membangun kemampuan bekerja sama untuk terjadinya peningkatan dalam pengembangan kapasitas. Pengembangan kapasitas akan dapat terwujud hanya bila masing-masing mempunyai kemampuan menjaga amanat sekecil apa pun amanat yang diembannya. Ketidakmampuan mengemban amanat hanya akan memudahkan terjadinya konflik yang pada gilirannya akan menumbuhkan energi negatif yakni energi yang hanya menguras tenaga tanpa menghasilkan apa pun apalagi menghasilkan manfaat. Kemampuan mengemban amanah akan mampu menghasilkan mutually trust dan selanjutnya menghasilkan energi positif secara kumulatif dan menghasilkan hal yang konstruktif atau kemampuan problem solving.

Sebagaimana diketahui bahwa ibadah puasa merupakan amanat Alloh yang dipercayakan-Nya kepada hamba-Nya yang tidak boleh disia-siakan. Sesorang yang dapat memelihara amanat atau rahasia yang dipertaruhkan kepadanya, yang terletak di dalam dirinya sendiri yang tidak dapat dilihat oleh siapa pun juga kecuali oleh Alloh, berarti telah sanggup memegang amanah dan memegang kepercayaan yang dilihat manusia.

Apabila amanat batin telah dipelihara, apalagi yang lahir insya alloh akan dapat lebih terjaga. Amanat yang memelihara amanat batin tersebut menandakan bahwa ia adalah seorang yang berbudi luhur dan berjiwa bersih karena takut jatuh ke dalam lembah kehinaan dan takut hilang kehormatannya.

Mujhid – Muzhid sejatinya adalah akumulasi usaha maksimal yang dapat menyelesaikan persoalan atau kebutuhan hidup seseorang plus ketrampilan dalam mengelola pengeluaran, yakni mampu memahami perbedaan antara aset dan beban.

Seseorang yang membiasakan sedikit makan dan minum, serta membiasakan menahan haus dan lapar, ia belajar berhemat dan mengurangi belanja dari yang biasa. Ia dapat belajar menggunakan hartanya untuk sesuatu yang bermanfaat. Dengan jalan berhemat, ia akan terhindar dari dorongan hawa nafsu yang senantiasa membawa manusia ke lembah kedurhakaan dan penyesalan.

Sebaliknya, seseorang yang tidak mau melatih dirnya mengurangi makan dan minum, hawa nafsunya bertambah besar. Ia terpaksa mati-matian berusaha mencari makanan tiap hari untuk memenuhi kehendak perutnya yang tidak mau kosong itu, seolah-olah ia telah berhutang kepada perutnya. Untuk memenuhi hutang perutnya itu, ia terpaksa melakukan jalan yang tidak halal. Kadang-kadang ia berani menjebol pagar, menempuh jalan yang haram, menggedor atau mencuri barang orang lain, mencopet di tengah pasar, untuk dapat membayar hutang pada perutnya. Demikianlah, akibatnya tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya dan membutakan hati dari melihat yang halal dan yang haram.

Demikian Percikan Permenungan yang bertajuk Hikmah Ramadlan (#1) kali ini. Muga2 Alloh paring aman, slamet, lancar, dan barokah. Amiin.

Alhamdulillahi Jazaa Kumullohu Khoiron.

Wassalam.

Ramadhan Bulan Paling Mulia

01.20

Kenapa bulan Ramadhan merupakan bulan mulia dan sangat di nanti-nantikan oleh umat islam ??

Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda : ”Bulan yang paling mulia adalah bulan Ramadh
an”. Ada beberapa keutamaan yang menjadikan bulan ramadhan, menjadi paling mulianya bulan diantara beberapa bulan.

Yang pertamana : bulan ramadhan adalah bulan sabar. Dikatakan bulan Ramadhan adalah bulan sabar, karena memang setiap orang iman akan diuji kesabaranya di bulan Ramadhan, mereka dituntut untuk meninggalkan apa-apa yang diinginkan, dituntut untuk meninggalkan apa-apa yang disenangi, untuk mencari Ridonya Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : ”Puasa dibulan sabar, dan puasa 3 hari disetiap bulan akan menghilangkan penyakit hati”.

Maka jelas keutamaan yang pertama bulan Ramadhan di katakan bulan yang paling mulia karena memang bulan Ramadhan adalah bulan untuk menguji kesabaran untuk setiap orang iman bersiaplah untuk mengikuti ujian, menagetes kesabaran kita, bagaimana sabar kita didalam bulan Ramadhan dalam melaksanakan ibadah dan ketaatan.

Yang kedua : Bulan Ramadhan juga dikatakan bulan ibadah. Bulan Ramadhan dikatakan musim ibadah karena didalamnya banyak keutamaan, Allah banyak melipatkan gandakan pahala, Allah banyak memberi keutamaan amalan-amalan dibulan Ramadhan.

Sebagaimana kita tahu bersama bahwa setiap golongan ada musim-musimnya. Para pedagang mereka ada musim dimana para konsumen mencari, sehingga tuntutan para pedagang siang dan malam berusaha meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

Di golongan petani mereka juga punya musim menanam, sehingga saat musim menanam mereka menyingsingkan lengan baju, mereka membanting tulang untuk menanam yang diharapakan mereka bisa menghasilkan dengan hasil yang memuaskan disaat panen.

Begitu juga para pelajar, mereka punya musim yaitu musim ujian yang mereka selalu mengulang-ulang pelajarannya, mereka meninggalkan tidurnya untuk belajar, supaya diujian mereka mendapatkan nilai yang bagus.

Begitu juga sebagai orang iman, supaya bersiap-siap untuk memperbanyak ibadah, supaya menggunakan waktu-waktu untuk banyak mendapatkan pahala untuk banyak mendapatkan kefadholan untuk bekal diakhirat nanti.

Kemudian yang ketiga: keutaman bulan Ramadahan adalah bulan kebaikan dan bulan rahmat. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW : ”Ketika datang bualan Ramadhan pintu-pintu Surga dibuka dan pintu-pintu Neraka di kunci, dan para setan di rantai sehingga tidak bebas mengganggu manusia”.

Maka jelas bulan Ramadhan adalah bulan yang suci, didalamnya banyak Rahmat dari Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW ”Bagi Allah didalam bulan Ramadhan setiap hari, setiap malam Allah memerdekakan hamba-hambanya”.

Maka marilah memperbanyak ibadah, menambah kekuatan, singsingkan lengan baju kita untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya sebagai bekal kita di akhirat kita nanti.

Begitu besar begitu banyak kefadholan bulan Ramadhan maka kita selayaknya kita sebagai orang iman orang Islam menyiapkan diri kita, menyiapkan kekuatan kita, meyiapkan kesemangatan kita untuk menyambut bulan Ramadhan dengan penuh ibadah dengan penuh ketaatan.

Oleh: Ustadz. H. Aziz Ridwan

Keutamaan Do'a & Dzikir

Minggu, 20 Mei 2012 12.21

KEUTAMAAN DO’A.

1. Berdo’a adalah perintah Allah ta’ala, sesuai dengan firman-Nya: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do’amu.” (QS. Al-Mu’min: 60)

2. Mengabulkan orang yang berdo’a kepada-Nya. Allah ta’ala berfirman: “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apa bila ia memohon kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)

3. Do’a adalah Ibadah. Rasulullah saw. bersabda: “Do’a itu adalah ibadah.” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah & Ahmad)

4. Allah sangat memuliakan do’a. Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada sesuatu pun yang lebih dimuliakan Allah ta’ala selain do’a.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah & Ahmad)

5. Dapat mengubah qadha’. Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada yang bisa menolak qadha’ kecuali do’a, dan tidak menambah usia kecuali perbuatan baik.” (HR. At-Tirmidzi).


KEUTAMAAN DZIKIR

1. Dzikir Adalah Perintah Allah.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dhikir yang sebanyak-banyak nya.” (QS. Al-Ahzaab: 41)

2. Orang yang berdzikir Dijanjikan Surga
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzaab 35)

3. Dengan Mengingat Allah, Allah pun ingat Kepada Kita
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku pun ingat kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan jaganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” (QS Al-Baqarah: 152)

4. Allah Bersama orang yang Berdzikir kepada-Nya
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam hadist qudsi,
“Aku bersama sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya jika dia menyebut-Ku. Jika dia menyebut-Ku dalam dirinya, aku pun menyebutnya dalam Diri-Ku. Dan apabila dia menyebut-Ku di hadapan orang banyak, Aku pun menyebutnya di hadapan orang-orang yang lebik baik dari mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

5. Orang yang Berdzikir Dikelilingi Malaikat dan Diliputi Rahmat
Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika ada suatu kaum yang duduk untuk berdzikir kepada Allah ‘Azza wa jalla, niscaya para malaikat akan mengelilingi mereka, mereka pun diliputi rahmat, dan diturunkan ketenangan jiwa untuk mereka. Dan Allah pun menyebut mereka kepada orang-orang yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, dan Ahmad)


KEUTAMAAN ISTIGHFAR


1. Istighfar (Mohon Ampunan) Adalah Perintah Allah
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya.” (QS Huud: 90)

2. Beristighfar Adalah Sunnah Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Demi Allah, sesungguhnya aku ini beristghfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Al-Bukhari, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dan Ahmad)

3. Mencegah Azhab Allah
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengahzab mereka, sedang mereka senantiasa beristighfar .” (QS. Al-Anfaal: 33)

4. Istighfar Mendatangkan Rezeki Tak Terduga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang rutin membaca istighfar, Allah akan memberikan solusi pada setiap kesulitannya, dan penyelesaian bagi setiap permasalahannya. Dan Dia akan memberikan rezeki dari jalan yang tidak terduga.” (Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan Al-Baihaqi)


KEUTAMAAN MEMBACA SHALAWAT


1. Membaca Shalawat untuk Nabi Adalah Perintah Allah
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzaab: 56)

2. Dengan Shalawat Dosa Diampuni dan Derajat Diangkat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat sepuluh kali untuknya, sepuluh dosanya akan dihapus, dan dia diangkat sepuluh derajat.” (HR.An-Nasai dan Ahmad)

3. Orang yang Banyak Bershalawat Paling Berhak Mendapat Syafaat Nabi.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Orang yang paling utama bagiku nanti pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)


KEUTAMAAN MEMBACA TASBIH


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada Dua kalimat yang ringan di lisan tapi berat di mizan, dan disukai oleh Yang Maha Penyayang: Subhaanallaahil ‘azhiimi subhaanallaahi wa bihamdih (Maha Suci Allah yang Mahabesar, Mahasuci Allah dengan memuji-Nya).” (HR. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang membaca Subhaanallaahi wa bihamdih (Mahasuci Allah dan dengan memuji-nya) dalam sehari sebanyak seratus kali, dosa-dosanya akan dihapus sekalipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Al-Bukhari, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Malik)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Perkataan yang paling dicintai Allah ada empat; Subhaanallaah, wal hamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.” (HR Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad)


KEUTAMAAN MEMBACA TAHLIL DAN TAHMID


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallaah, dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillaah.” (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)


KEUTAMAAN MEMBACA HAWQALAH


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Katakanlah ; Laa haula walaa quwwata illa billaah (tiada daya dan kekuatan kecuali karena Allah), karena sesungguhnya ia adalah perbendaharaan dari kekayaan surga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Qais binh Sa’ad bin Ubadah Radhiyallahu ‘Anhuma,

“Maukah kamu saya kasih tahu satu pintu dari pintu-pintu surga?” Qais menjawab, “Ya, mau.” Nabi bersabda, “(kalimat) Laa haula walaa quwwata ilaa billaah.” (HR. Tirmidzi)

Shafwan bin Sulaim rahimahullah (w. 132 H) berkata, “Tidaklah malaikat beranjak meninggalkan bumi sehingga ia membaca Laa haula walaa quwwata illaa billaah.”




BERDOA DENGAN ASMAUL HUSNA


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Hanya milik Allah-lah asmaul husna (nama-nama yang baik), maka berdoalah kepada-Nya dengan asmaul husna itu.” (QS. Al-A’raaf: 180)

Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman,

“Katakanlah, ‘serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai asmaul husna (nama-nama yang terbaik).” (QS.al Israa’: 110)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barang siapa yang menghitungnya ia akan masuk surga. Dia adalah ganjil (Maha Esa) dan menyukai ganjil.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Buraidah bin Al-Hushaib Radhiyallahu ‘Anhu menceritakan, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mendengar seorang laki-laki berkata dalam doanya,

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kapada-Mu dengan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Tunggal, Yang Maha Dibutuhkan, Yang tidak beranak lagi tidak diperanak dan tidak ada yang setara dengan-Nya.”

Maka, Nabi pun berkata,

“Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh dia telah meminta kepada Allah dengan ismullooh al a’zhom (nama Allah yang paling agung), dimana jika orang berdoa kepada-Nya dengan nama itu, pasti dikabulkan. Dan jika Dia diminta dengan nama itu niscaya Dia akan memberi.” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban)

99 Asma’ul Husna

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“ Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barang siapa yang menghitungnya pasti masuk surga.

(HR At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim)

InsyaAllah bermanfaat…



Cara Iblis Menjatuhkan Manusia

Rabu, 26 Oktober 2011 17.43

Bagaimanakah Cara Iblis Menjatuhkan Manusia ?

Cara Iblis Menjatuhkan Manusia
Cara Iblis Menjatuhkan Manusia
Iblis memperlihatkan dirinya kepada Nabi Nuh ‘alaihis salaam
Ibnul Jauzi telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar dia berkata : ketika Nabi Nuh naik perahu, beliau melihat seorang tua yang tidak dikenalnya, maka Nuh berkata “Apa yang menyebabkan kamu masuk?”
Lalu Iblis berkata “Aku masuk untuk memusibahi sahabat-sahabatmu, maka jadilah hati mereka bersamaku dan badan mereka bersamamu.” Ada lima hal yang aku merusak dengannya terhadap manusia, dan aku akan menceritakan kepadamu tiga hal, dan aku tidak akan menceritakan kepadamu yang dua hal” Maka Alloh memberi wahyu kepada Nuh, “Sesungguhnya kamu tidak butuh yang tiga hal, perintahkanlah Iblis menceritakan yang dua hal” Maka Iblis berkata, “Aku merusak manusia dengan dengki dan tamak, karena dengki aku dilaknat, dan aku dijadikan syetan yang terkutuk, dan karena tamak surga diberikan kepada Adam semuanya, aku dapatkan hajatku tetapi aku diusir dari surga” (Talbisu Iblis hal 24)
Iblis memperlihatkan dirinya kepada Nabi Musa ‘alaihis salaam
Abu Bakar Al Qurosyi meriwayatkan dengan isnadnya sampai kepada Ibnu Umar, dia berkata : Iblis menemui Nabi Musa, lantar berkata, “Wahai Musa, engkau telah dipilih oleh Alloh dengan membawa risalahNya dan Alloh telah berbicara denganmu sungguh-sungguh, dan aku termasuk mahluk Alloh yang berdosa, aku ingin bertobat, maka tolonglah aku disisi Tuhanmu Azza wa Jalla supaya Alloh menerima tobatku!” maka Nabi Musa berdo’a kepada Alloh, maka dikatakan, “Engkau telah menyelesaikan keperluanmu” Maka Nabi Musa menemui Iblis lantas berkata, “Kamu diperintah supaya sujud ke kuburan Nabi Adam dan Alloh menerima tobatmu” Maka Iblis sombong dan marah. Dia berkata, “Aku tidak mau sujud ketika dia hidup, apakah aku akan sujud kepadanya setelah ia mati?” Berkata Iblis, “Wahai Musa, karena engkau telah menolongku maka engkau punya hak, maka ingatlah kepadaku dalam tiga hal dan aku tidak merusak dalam tiga hal:
  1. Ingatlah ketika engkau marah, sesungguhnya bisikanku itu ada dalam hatimu, dan mataku dalam dua matamu, dan aku mengalir darimu dalam tempat mengalirnya darah.
  2. Ingatlah kepadaku ketika engakau berperang karena aku akan datang kepada anak Adam ketika berdesak-desakan dalam perang, aku mengingatkan kepada manusia tentang anaknya, istrinya, dan keluarganya hingga dia berpaling (lari dari perang)
  3. Janganlah kamu menemani duduk wanita yang bukan mahromnya, karena sesungguhnya aku adalah utusannya kepadamu dan utusanmu kepadanya.” (Aakaamul Marjan 207)
  • Dengan adanya kisah ini, maka kita harus mengerti jika kita marah, ingatlah bahwa marah itu pengaruh/gangguan Iblis/Syetan
  • Dalam sabilillah, kemudian kita selalu ingat keluarga, itu juga pengaruh/gangguan Iblis/Syetan
  • Kalau kita nyepi dengan wanita yang bukan mahromnya, maka Iblis/Syetan mendorong membesarkan setrum berbuat pelanggaran.
Al Qurosyi telah meriwayatkan dari Abdurrohman bin Zaid, dia berkata : ketika Nabi Musa duduk dalam sebagian majelisnya, tiba-tiba datang Iblis memakai burnus (baju luar yang menutup kepala) Setelah dekat dengan Nabi Musa dia melepas burnusnya, kemudian meletakkannya dan berkata kepadanya, “Salam sejahtera buatmu, wahai Musa” Maka Nabi Musa menjawab, “Salam sejahtera buatmu, siapakah engkau?” Dia berkata, “Saya Iblis.” Nabi Musa berkata, “Mudah-mudahan Alloh tidak menghidupkanmu, kenapa kamu datang?” Iblis berkata, “Aku datang karena kedudukanmu di sisi Alloh dan tempatmu di sisiNya.” Berkata Nabi Musa, “Apa yang aku lihat sesuatu ada padamu?” Berkata Iblis, “Aku menyambar hati hamba-hamba Alloh”. Berkata Nabi Musa, “Apa perbuatan manusia, yang dengannya engkau menguasai kepadanya.” Iblis menjawab, “Jika seseorang ujub kepada dirinya, banyak amalnya dan lupa dosa-dosanya. Dan aku menakut-nakuti (memperingatkanmu) tiga hal :
  1. Jangan kamu nyepi dengan seseorang perempuan yang tidak halal bagimu, karena sesungguhnya tidak nyepi seseorang laki-laki dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya kecuali aku menemaninya selain teman-temanku sehingga aku merusaknya.
  2. Jangan kamu berjanji suatu janji kecuali engkau memenuhinya, karena sesungguhnya tidak berjanji seseorang dengan suatu janji kecuali aku menutupi antara dia dengan memenuhi janjinya.
  3. Jangan sekali-kali kamu shodaqoh kecuali kamu harus meneruskannya, karena sesungguhnya tidak mengeluarkan seseorang akan shodaqoh lantas dia tidak meneruskannya kecuali aku menemaninya selain teman-temanku sehingga aku menutupi antara dia dengan mengaluarkan shodaqohnya.”
Kemudian dia pergi sambil berkata, “Oh alangkah celakanya!” Berkata begitu tiga kali. Musa telah mengerti apa-apa yang dia akan memberi peringatan supaya hati-hati dengannya anak cucu Adam (Talbisu Iblis 301)

Selalu waspada dengan cara iblis menjatuhkan manusia

sumber : jatim.ldii.or.id

Kencing Berdiri Efektif Cegah Kanker ?

17.40

LDII - Wanita Kencing BerdiriKanker serviks adalah musuh utama kaum perempuan. Karenanya berbagai upaya pencegahan dilakukan di antaranya melalui sebuah metode 'standing pee'. Benarkah?

Sejauh ini, oleh  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendeteksi awal adanya penyakit kanker serviks bisa dilakukan dengan dua cara, yakni pap smear dan vaksin. Ternyata, ada cara lain dan sedikit unik yang  bisa mencegah timbulnya kanker serviks, yaitu standing pee atau kencing berdiri.

Menurut pakar kesehatan, dr Ananto Sidohutomo MARS menyebutkan pilihan kencing berdiri ini tidak hanya berguna mencegah kanker. Tapi juga memungkinkan setiap wanita mendapat prasarana membuang air kecil secara higienis, nyaman, dan meminimalkan penggunaan sanitasi dan air yang banyak ditemukan bakteri, jamur, parasit, dan virus.

"Pencegahan bisa dilakukan dari sisi apa saja. Untuk mencegah dan mengantisipasi kanker serviks, ada kartu skor deteksi dini kanker serviks, ada pap-smear, ada vaksinasi HPV, ada valeri, dan 'standing pee' ,"kata Ananto.

Posisi kencing, kata dr Ananto,  mempengaruhi aliran rembesan urin ke vagina. Menurut dr. Ananto, urin bukan cairan yang bersih. Urin termasuk sisa metabolisme tubuh yang membuang zat-zat tidak berguna di tubuh.

Bila sisa urin mengendap di vagina maka akan menganggu kebersihannya.

"Ingat, faktor tidak bersih juga memicu munculnya kanker serviks. Sedangkan dengan posisi berdiri, urin akan memancar keluar dari lubang uretra tanpa mengendap di bagian vagina," ungkap dr. Ananto. [mor]

Manfaat Berpuasa Sunnah

17.37


manfaat puasa sunnahBerkah bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa sunnah, tidaklah rugi bagi orang yang menjalankan puasa sunnah sebagai tambahan pahala di hari akhir nanti. Salah satu dari pintu-pintu kebaikan adalah melakukan Puasa (puasa) . Rasulullah SAW bersabda : “Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Shaum (Puasa) adalah perisai” (HR. Tirmidzi, hadits ini hasan shahih)
Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi kita baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, Puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka.
“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan AMALAN-AMALAN SUNNAH sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)
1). Puasa Setiap hari Senin dan Kamis
“Amal perbuatan itu diperiksa setiap hari SENIN dan KAMIS, maka saya suka diperiksa amalku sedang saya PUASA”. (HR.Tirmidzi)
2). Puasa 3 hari tiap bulan :
“Puasa 3 Hari setiap bulan seperti berpuasa sepanjang tahun” (HR.Bukhari Muslim)
3). Puasa ARAFAH tgl 9 Dzulhijjah
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa 2 (dua) thn (1 tahun sebelum dan 1 tahun sesudah puasa)” (HR.Muslim)
4). Puasa MUHARAM – Tasu’a n Asyura‘ selama 2 hari – 9, 10 Muharram
“Puasa sunnah yg paling utama setelah Ramdhan adalah Puasa dibulan Muharam” (HR.Bukhari)
5). Puasa SYAWAL – 6 hari di bulan syawal . Bisa dilakukan bertutu-turut atau tidak.
“Barang siapa yang Puasa ramadhan lalu diikuti 6 hari di bulan syawal seperti Puasa 1 tahun” (HR.Muslim)
6). Puasa DAUD – berpuasa selang seling, puasa satu hari lalu berbuka satu hari. (kecuali hari2 yang dilarang berpuasa)
“Puasa yg paling disenangi Allah ialah Puasa Daud” (HR. HR.Muslim)
Hari Larangan Berpuasa / Puasa BID’AH:
- Hari Idul Adha – 10 Dzulhijjah
- Hari tasyriq 11,12,13 Dzulhijjah
- Hari Idul Fitri 1 Syawal
- Puasa dihubungkan dengan hari kelahiran
- Puasa setiap hari
- Puasa khusus Hari Jumat atau Sabtu
- Puasa Wishal yaitu Puasa tanpa berbuka
- Puasa Mutih, Puasa mati geni, dll
“Barangsiapa yg melakukan amalan yg tidak ada tuntunannya dari Kami maka tertolak” (HR.Muslim)

Kunci Bisnis Menurut Nabi Muhammad SAW

17.34

Mau tau kunci sukses bisnis yang sudah di jalani oleh Rasul Allah Muhammad SAW yang selama masa Hidupnya pernah mengalami masa kejayaan dan beliau adalah Seorang pebisnis Sukses. Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis sukses selama 28 Tahun, mulai dari usia 12 tahun hingga 40 tahun. Dan selebihnya adalah masa keRasulan sebagai suri tauladan kita semua sebagai umat Muslim.

bisnis syariah islam
Apa saja Nilai warisan yang bisa kita Tiru dari Rasul yang bisa kita ikuti sebagai pengikutnya, Khususnya untuk seorang Hambanya yang menjadi Pengusaha sebagai Orang yang mencari Nafkah Semasa Mudanya RasulAllah ini Sudah berkenalan dengan Bisnis dari Usia Dini, Dimulai dari menggembala Kambing.
Lalu Bisnisnya ke-Level yang lebih tinggi, Pada waktu itu Beliau masih berusia 12 Tahun dan Beliau di Ajak oleh pamannyaAbu Thalib untuk berdagang di Negeri Syam. Disitulah Awalannya Nabi Muhammad SAW mengenal Bisnis secara serius, dan Menjadi Enterprenur Sejati. Hingga beliau mendapat reputasi yang sangat baik bagi penduduk Negri tersebut.
Reputasi-reputasinya adalah sebagai Orang yang Terpercaya (Al-Amin) di dalam Perdagangannya maupun di Kehidupan sehariannya. Pada usia 17 Tahun Nabi Muhammad SAW sudah di beri mandat penuh oleh pamannya untuk Berdagang dari dagangannya. Hingga usia 20 tahun beliau sudah hampir menguasai Pusat Bisnis Global di Jamannya. Kalo sekarang ( Irak, Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman).
Mau, tau Rahasia-rahasia Bisnis Nabi Muhammad SAW yang Hebat Itu. Hingga sekarang Masih di Gunakan dengan Prinsip-prinsip Bisnis Modern di Dunia saat ini. Dan juga mengajarkan kita sebagai Umat Muslim untuk menjadi seorang Enterprenur Sejati dan Berakhlak Sebagai Makhluk Allah SWT. Dan menjauhkan Bisnis Kita hanya dari Keuntungan Semata (KAPITALISME).…
Ini Adalah Rahasia-rahasia berbisnis Ala Nabi Muhammad SAW :
Cara Berpikir dan BerEtika di dalam Bisnisnya :
  1. Jujur di dalam Bisnisnya, Kejuran adalah syarat fundamental dalam berbisnis yang di lakukkan oleh RasullAllah Muhammad SAW. Beliau pernah melarang para pedagang untuk meletakkan barang Busuk/jelek di dalam dagangannya. dan beliau selalu memberikan barang sesuai dengan seadannya dan terbaik bagi Konsumennya.
  2. Berprinsip pada nilai Illahi, Bisnis yang di lakukkan tidak terlepas dari pengawasan Tuhan. Dan menyadarkan manusia sebagai makluk Illahiyah (berTuhan).
  3. Prinsip kebebasan Individu yang bertanggung Jawab, Bukan bisnis hasil dari Paksaan atau Riba. Yang menjerat kebebasan Individu.
  4. Bertanggung Jawab, Bertanggung Jawab moral kepada Tuhan atas perilaku Bisnisnya maupun Orang lain/Partner Bisnisnya maupun Konsumennya.
  5. Keadilan dan Keseimbangan, Keadilan dan keseimbangan sosial, bukan hanya keuntungan semata tetapi Kemitraan/bantu membantu di dalam bisnisnya (Win-Win-Solution)
  6. Tidak hanya mengejar keuntungan, dan berorientasi untuk menolong orang lain, Atau WIN Win Solution.
  7. Berniat baik di Bisnisnya, berniat baik adalah Aset Paling berharga oleh pelaku Bisnis selain untuk menjadi terbaik tapi bermanfaat bagi orang lain.
  8. Berani mewujudkan Mimpi, RasullAllah dari seorang penggembala Kambing, berniat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi, menjadi pedagang, lalu Manager hingga beliau mewujudkan cita-citanya menjadi Owner (Pemilik perusahaan) dengan menikahi Siti Khadijah. Beliau adalah Enterprenur Cerdas.
  9. Branding/Menjaga nama baik, RasullAllah selalu menggunakan cara ini sebagai Modal Utama, Track Record sebagai orang Terpercaya (Al Amin), Justru paling di cari dan siapapun ingin bekerja sama dengannya. Sifat inilah yang Sekarang Langka di Jaman ini,Tirulah…
Cara Merintis Bisnis :
  1. Fokus dan Konsentrasi, RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu ke satunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya…
  2. Mempunyai Goal dan rencana yang jelas
  3. Merintis Bisnis Dari NOL, kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun seorang RasullAllah, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari seorang Karyawan/Salles hingga jadi Owner. Dan semua tanpa ada praktek KKN.
  4. Tidak Mudah Putus Asa, beliau Berkata : Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merahtidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWT memberikan rizky kepadanya (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)
  5. Berusaha Menjadi Trend Center
  6. Inovatif, Semua barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi Hight Quality.
  7. Memahami kondisi dan analisa Pasar
  8. Kemampuan merespon strategi Pesaingnya
Belajar menguasai pasar, Dikisahkan Ketika beliau di Mekkah para pedagang dari kaum Quraisy yang ingin menjatuhkan Bisnisnya, dengan menjatuhkan Harga dengan tidak Wajar. Tetapi beliau menerapkan Hukum Suply&Demand, beliau menyiasati dan bersabar. Hingga semua dagangan para Kompetitornya habis semua.
Rasul baru Menjual Dagangannya karena Rasul Percaya kalau jumlah Permintaan (Demand) jauh lebih tinggi dari jumlah Penawaran (Supply) di Kota itu. Tak lama kemudian Rakyat Kota tersebut membeli Barang Dagangan Rasul dengan Harga Normal, ketika rombongan Pedagang itu pulang Mekkah gempar.
Semua pedagang Rugi akibat banting harga kecuali Nabi Muhammad SAW yang untung besar. Itulah kejelian melihat, menganalisis, dan memahami Pasar. Hingga menguasai Pasar yang ada.
·  Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif
· Bisa menghilangkan Mental Blocking, Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah).
·  Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya
Cara Menjalankan Bisnisnya :
  1. Bekerja Sama (bersinergi), Beliau bersabda “Keberkahan sesungguhnya berada dalam Jamaah. Dan, tangan Allah sesungguhnya bersama Jamaah”
  2. Kerja Pintar, Kreatif dan Visioner
  3. Menerapkan kesepakatan Win-Win-Solution (Saling menguntungkan, dan tidak ada yang dirugikan)
  4. Bekerja dengan Prioritas
  5. Tidak melakukan Monopoli
  6. Selalu berusaha dan Tawakal
  7. Tepat Waktu
  8. Berani ambil Resiko
  9. Tidak menimbun barang dagangan (ihtikar), Rasul melarang Keras pelaku Bisnis dan menyimpan barang pada massa tertentu, hanya untuk keuntungan semata. Rasul bersabda bahwa pedagang yang mau menjual barang dagangannya dengan spontan akan di beri kemudahan. Tapi penjual yang sering menimbun dagangannya akan mendapat kesusahan (Dalam HR Ibnu Majah dan Thusiy).
  10. Profesional di Bisnis yang Di kelolannya
  11. Selalu Bersyukur di Segala Kondisi
  12. Berusaha dengan Mandiri, Tekun dan Tawakal
  13. Menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliaan dalam proses interaksi bisnis
  14. Melakukan bisnis berdasarkan Cinta (Passion).
  15. Tidak MenZhalimi (Merugikan Orang lain)
  16. Rajin Bersedekah
Cara memasarkan Produk :
  1. Memasarkan Produk yang Halal dan Suci
  2. Tidak melakukan Sumpah Palsu,
  3. Tidak merpura-pura menawar dengan harga tinggi, Agar orang lain tertarik
  4. Melakukan timbangan dengan benar
  5. Tidak menjelekkan bisnis Orang lain, Beliau bersabda ” Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain” (HR. Muttafaq ‘alaih)
  6. Pintar beriklan/Promosi, Rasul hafal betul dimana ada Bazaar di suatu tempat tertentu. Sehingga makin banyak orang mengenal beliau dan barang dagangannya.
  7. Transparansi (keterbukaan), Beliau bersabda “Tidak dibenarkan seorang Muslimin menjual satu-satu jualannya yang mempunyai aib, sebelum dia menjelaskan aibnya” (HR. Al-Quzuwaini)
  8. Mengutamakan pelanggan (Customer Satisfaction)
  9. Networking (Jejaring) di wilayah lain
  10. Cakap dalam berkomunikasi dan bernegosiasi (tabligh)
  11. Tidak mengambil Untung yang berlebihan
  12. Mengutamakan penawar pertama
  13. Menawar dengan harga yang di inginkan
  14. Melakukan perniagaan sepagi mungkin, RasulAllah mendoakan orang-orang yang pagi-pagi dalam bekerja. “Ya Allah, berkahilah umatku dalam berpagi-paginya mereka” (HR.Shahr Al Ghamidi)
  15. Menjaga Kepercayaan pelanggan
  16. Mewujudkan Win-Win Solution
  17. Barang Niaga harus bermutu, Murah, Bermanfaat, Mutakhir dan Berkualitas
  18. Kemudahan dalam hal transaksi dan pelayanan
  19. Menentukan Harga dengan jelas ketika akad (Deal)
Cara berhubungan dengan Karyawan :
  1. Berbagi perhatian kepada karyawan, Tidak memilih-milih karyawan Istimewa semua sama.
  2. Bermitra Bisnis, Karyawan dan Majikan seperti hubungan kekeluargan yang kental. Bukan seperti Tuan dan Budak.
  3. Memberi gaji yang Cukup kepada Karyawannya
  4. Memberi gaji tepat Waktu kepada Karyawannya, Sebelum keringat karyawan kering
  5. Tidak membebani Karyawan dengan tugas diluar kemampuannya
  6. Karyawan di Wajibkan kerja sungguh-sungguh dengan seluruh kekuatannya
  7. Sering memberikan Bonus-bonus tambahan di luar gaji pokok
Contoh di Atas adalah sebagian kecil dari sifat-sifat Suri tauladan Rasul Allah Muhammad SAWyang bisa kita Contoh dalam membangun Kerajaan Bisnis Kita, jauh lebih Sukses, berakhlak dan membantu terhadap sesamanya.

Pancasila Sangat Islami

Jumat, 01 Juli 2011 08.21

Pengamat politik dan peneliti Pancasila Yudi Latif P hD mengatakan bahwa mempertentangkan antara Pancasila dengan Islam adalah suatu yang kontraproduktif.  Bila menilisik dari sejarah penyusunannya, banyak pemikiran-pemikiran yang Islami secara substantif yang muncul dari para faunding father kita yang juga selaras dengan kemajemukan bangsa kita.
“Sangat Islami. Memang tidak menghadirkan Islam secara simbolik dan formalistik. Namun mengedepankan yang substantif sepertu Ketuhanan, Kemanusiaan, Keadilan Sosial dan Musyawarah,” kata Yudi Latif dalam Sarasehan Kebangsaan ‘menghidupkan’ Pancasila, oleh LDII di Wisma Besar LDII Patal Senayan, Kamis siang ini (9/5).
Yudi mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW pada saat memimpin di Madinah membangun negara dengan menjunjung tinggi prinsip musyawarah dan keadilan sosial.

http://2.bp.blogspot.com/-N92xGIWmoxI/TebJhh97L5I/AAAAAAAAAI0/P3le6MGbvBY/s1600/Spanduk-Pancasila1-Low.jpg
“Keimanan seseorang pun dinyatakan tak sempurna, atau mendustakan agama bila tidak peduli fakir miskin dan anak yatim. Inikan substansi keadilan sosial,” kata Direktur Eksekutif Reform Institute tersebut.

Menurutnya redupnya Pancasila, akibat dari begitu kontrasnya Penataran P4 yang begitu gencarnya, dengan praktek KKN dan pemerintahan yang begitu otoriter, dan bersifat top down saat Orba. “Wajar bila rakyat bingung sampai muak atas terjadinya kondisi yang sangat bertolakbelakang ini,” katanya. 

Rambut Uban Tidak Boleh Dicabut !!

Kamis, 30 Juni 2011 22.32

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/155606_465618924719_255258904719_5285479_6759432_n.jpg
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…. !!!  mungkin sering kita melihat… anak kecil yang di suruh orang tuanya mencabut uban meraka, dan hasil dari sehelai uban tersebut akan di bayar dengan beberapa rupiah. Padahal sudah jelas pada hadistnya :

"Dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah kalian mencabut uban, karena sesungguhnya uban itu merupakan cahaya orang Islam nanti pada hari kiamat”."

Menurut Para Ilmuwan "Bagaimana jika uban dicabut?"

Uban yang muncul sebaiknya memang tidak dicabut, karena bisa merusak folikel, saraf-saraf dan juga akar rambut. Jika akar rambut ini rusak nantinya dapat memicu terjadinya infeksi.

Selain itu kebiasaan mencabut uban juga bisa membuat rambut menjadi tipis yang menyebabkan rambut uban akan terlihat lebih banyak, meskipun sebenarnya jumlah uban yang muncul di rambut itu tetap.

Sebagian besar orang akan menutupi ubannya dengan cara mengecat rambut. Jika demikian, usahakan untuk memilih pewarna rambut yang benar sehingga tidak merusak struktur atau pun akar rambut. Serta gunakanlah shampoo atau conditioner yang tepat sehingga kondisi rambut tetap terlihat sehat dan menghindari gangguan rambut lainnya.

Setiap orang sebenarnya memiliki waktu genetis tersendiri untuk mendapatkan uban. Meskipun tidak ada yang dapat menghentikan uban, tapi beberapa kondisi bisa membuat uban tumbuh atau muncul lebih cepat seperti genetik, punya penyakit anemia, gangguan metabolisme, menopause dini dan juga merokok.

Nampaknya memang uban susah dicegah jadi hadapi saja sebagai pengingat usia bertambah dewasa. Pilihan untuk menutupi atau membiarkannya ada pada masing-masing orang tersebut. Mau dicat, atau pakai penutup kepala bisa jadi solusi sementara.


Tapi ada cara agar uban tidak datang di usia muda:

1. Pola makan
Masukkan makanan yang kaya akan mineral seperti zat besi, natrium dan vitamin B dalam menu harian Anda. Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran juga bermanfaat, seperti yang kaya antioksidan, sehingga dapat membantu memerangi radikal bebas yang menyebabkan uban prematur.

2. Pijat rambut
Pijat rambut dengan minyak kelapa akan menjaga rambut panjang, hitam dan kuat. Anda juga dapat merebus daun kari dalam minyak kelapa dan memakainya untuk rambut. Memakai minyak dan campuran bubuk gooseberry kering adalah pengobatan yang efektif untuk uban.

3. Menggunakan pewarna rambut henna
Henna adalah pewarna rambut alami untuk rambut beruban karena membantu dalam menutupi uban dan mengembalikan warna rambut menjadi coklat gelap. Ini juga dapat menjadi solusi alami untuk uban.

So… dari hadist ini sudah jelas… nggak boleh mencabut uban ….!!! Sebaiknya jangan dicabut,… malah dianjurkan untuk disemir alias diwarnai namun jauhilah warna hitam …!!!

Sumber

5 Foto Profile Facebook yang Sebaiknya Dihindari

Selasa, 28 Juni 2011 15.42

Bermacam-macam pose saat mengambil foto dan dijadikan foto profil. Dan pose itulah yang kemudian dijadikan foto profil komunitas sejumlah remaja di Facebook. Tapi sebenarnya ada maknanya loh dari pose itu. Bagaimana?
Gaya MySpace
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaVREQChYfqoycpvgqnksMF8gH_RuKkTfXwwu1IPq-_pZDkOkdTPNTP_AALPwXeijhXO6wU0cxHLvpIFegmxFtkm3Ti3w9OCW1qItI1qLHViKwmxlGXTL3X1VP33A55lsg2lrSb7Meoc4u/s1600/depan+cermin.jpg
Gaya ini di mana berpose di depan cermin dengan kamera ponsel. Ini merupakan gaya narsis dan menunjukkan tak ada yang mau berada di dekat kamu, mengidap depresi. Menariknya, gaya motret sendiri dengan ponsel di situs kencan OK Cupid menjadi cara jitu mendapatkan banyak perhatian dan pesan. Tapi ini tak berlaku di Facebook.
Menggunakan foto obyek, bayi, dan hewan peliharaan
http://www.bigpawsonly.com/dog-images/funny-dog.jpg
Mungkin terlihat cute namun pada faktanya itu bukan kamu. Saat melihat foto profil seperti itu akan membuat teman-teman kamu berpikir mungkin saja kamu tidak tampan, gendut, tak percaya diri, atau cacat tubuh sehingga tak ingin menampilkan foto itu di Facebook. Malah, memilih foto yang cute seperti bayi atau peliharaan.
Berfoto sambil minum
http://www.legaljuice.com/teen%20drinking.jpg
Mungkin kamu sedang berfoto minum segelas anggur atau bir. Namun, foto seperti iitu akan membuat kamu seperti seorang pemabuk dan orang-orang tak ingin berteman dengan kamu. Foto ini juga kamu seperti seorang bintang iklan padahal ini merugikan kamu. Sudah mempromosikan bir tapi tidak mendapatkan bayaran apapun.
Berfoto ramai-ramai
http://www.abc.net.au/triplej/events/one_night_stand_07/gallery/crowd.jpg
Ini salah satu gaya berfoto yang paling banyak digemari di Facebook. Padahal foto ini bisa membuat kamu dinilai tak percaya diri karena memilih foto beramai-ramai. Menurut hasil survei, setelah bertemu dengan seseorang maka 79 persen dari kelompok usia 16-21 tahun akan melihat teman-teman dari orang bersangkutan. Terdengar tak masuk akal namun sebagian orang menilai kepribadian seseorang melalui foto profil
Foto pernikahan atau liburan
http://diarykiranti.com/wp-content/uploads/Holiday-Fling-blow-up.jpg
Kamu masih memasang foto pernikahan, bahkan berbulan-bulan setelah menikah. Memang sungguh menyenangkan memasang foto pernikahan atau liburan setelah berbulan-bulan berlalu akan membuat teman kamu bosan. Malah dikira sengaja pamer kepada teman-teman yang masih melajang. Foto liburan membuat kamu akan dijauhi teman-teman karena rekan kerja sangat ingin berlibur seperti kamu namun tak memiliki kemampuan. Cemburu suatu hal yang lumrah! Sekarang tergantung pilihan kamu lho!

Dakwah Islam

Dari Kami

 

© Copyright LDII Perak - Surabaya Utara 2009 -2011 | Design by Rizky Oktavian